SELAMAT DATANG DI BLOG BP3K MODEL TALANG PAUH KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH MAROBA KITE MAJU

Budi Daya Sayuran Dalam Pot

Diposting oleh arie farizal on Kamis, 08 November 2012




budi daya sayuran dalam pot
Pekarangan bagi sebagian orang berfungsi sebagai tempat bermain dan bersantai
anggota keluarga, dan bagi sebagian yang lain pekarangan berfungsi
sebagai lahan untuk tanaman hias (taman), tanaman buah, tanaman obat
atau sayuran.
Bertanam sayur di pekarangan sering dilakukan masyarakat pedesaan karena
umumnya mereka memiliki pekarangan yang luas. Di perkotaan, dimana
pekarangan yang luas jarang dimiliki orang, bukanlah halangan untuk
bertanam sayuran, bahkan rumah tanpa pekarangan pun masih bisa bertanam
sayuran dalam pot di teras rumah atau dengan pot gantung.
Beberapa keuntungan yang diperoleh dari bertanam sayuran di pot antara lain :
-          Dapat dikerjakan pada pekarangan yang sempit.
-          Sebagai alternatif untuk tanah pekarangan yang tidak subur.
-          Lebih gampang untuk dipindahtempatkan.
-          Lebih mudah untuk menyesuaikan dengan faktor agroklimat (kondisi tanah
dan iklim) yang diperlukan tanaman.
-          Sekaligus berfungsi sebagai tanaman hias.

Memilih Jenis Sayuran

Seperti tanaman lain pada umumnya sayuran memerlukan kondsi tanah dan
iklim tertentu untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, antara
lain jenis tanah, derajat keasaman (pH) tanah, curah hujan, banyaknya
sinar matahari, suhu udara, kelembaban udara dan ketinggian tempat dari
permukaan laut.
budi daya sayuran dalam pot, bisa sebagai tanaman hias di sekitar rumah selain untuk di konsumsi
Beberapa faktor agroklimat dapat diubah agar sesuai dengan keperluan
sayuran yang kita tanam terutama sayuran dalam pot, misalnya jenis
tanah, pH tanah, curah hujan dan banyaknya sinar matahari, sedangkan
suhu dan kelembaban udara sangat sulit untuk diubah. sebagai contoh
media tanam yang terdiri dari campuran tanah subur, pupuk kandang dan
pasir dapat diatur perbandingannya sesuai dengan keperluan masing-masing
jenis sayuran yang ditanam, pH tanah dapat diturunkan dengan menambah
kapur pada media tanamnya, atau curah hujan dan sinar matahari dapat
diatur banyaknya dengan mengontrol penyiraman dan memberi naungan. Suhu
dan kelembaban udara hanya dapat diubah dengan menggunakan rumah kaca,
sehingga untuk penanaman sayuran di pekarangan, jenis sayuranlah yang
disesuaikan dengan kedua faktor tersebut, dimana kedua faktor tersebut
sangat terkait dengan ketinggian tempat dari permukaan laut.

Penanaman di Pot

Setelah menentukan sayuran apa yang akan ditenam, selanjutnya adalah
persiapan penanaman. Penanaman denga biji diperlukan persemaian dahulu,
sampai bibit memiliki 3-4 lembar daun baru dipindah ke pot. Penanaman
dengan anakan dapat langsung ditanam di pot. Untuk menghemat biaya, pot
bisa diganti dengan polybag (kantong plastik hitam).
Media tanam atau semai yang umum adalah campuran tanah subur, pupuk
kandang dan pasir dengan perbandingan volume 1:1:1. Untukjenis sayuran
yang memerlukan tanah berpasir, perbanyaklah campuran pasirnya, untuk
sayuran yang memerlukan moss seperti seledri (daun sop) pakailah media
tanam akar eceng gondok, media tanam ini tidak cepat kering.

Sayuran yang baru ditanam ditempatkan di tempat teduh selama beberapa
hari, untuk sayuran yang memerlukan sinar matahari penuh pindahkan ke
tempat yang tidak ternaungi, dan sayuran yang memerlukan naungan
tempatkan pada tempat yang naung seperti teras rumah atau di bawah pohon
besar. Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari tergantung tingkat
kekeringan media tanamnya. Media tanam yang banyak mengandung pasir
cepat mengering sehingga penyiraman perlu diperbanyak. Untuk sayuran
yang tidak tahan banyak air, selama musim hujan sebaiknya diberi naungan.
Pemupukan diperlukan apabila media tanam tidak mencukupi kandungan unsur
hara. Untuk lebih praktis pakailah pupuk tablet seperti Dekaform atau
Suburin yang sekali pakai disa untuk berbulan-bulan lamanya. Untuk
tambahan bis agunakan pupuk daun seperti Gandasil D (untuk pertumbuhan
vegetatif) dan gandasil B (untuk pertumbuhan generatif/pembungaan)
dengan dicampur air lalu disemprotkan ke daun sayurannya, dosis
pemakaian tertera pada bungkusnya.
Apabila sayuran terserang hama, penyakit atau gulma, pengendalian yang
paling baik adalah cara fisik, seperti mematikan langsung hama yang
menyerangnya atau memotong sebagian tanaman yang terkena penyakit
kemudian dibuang/bakar agar tidak menular ke tanaman yang lain, atau
mencabut gulma yang tumbuh. Hindarilah penggunaan racun pestisida, agar
sayuran terbebas dari residu racun.
Dengan perawatan dan perhatian yang baik terhadap sayuran yang kita
tanam insya Allah akan memeberikan hasil yang kita inginkan. Akhirnya
pengalaman kita jualah yang banyak menuntun kita bagaimana caranya
menanam dan merawat sayuran dengan baik, karena pada dasarnya teori
adalah kumpulan pengalaman orang lain.


Sumber : Gardening Tips <http://gardenmanners.com>Rabu, 11 November, 2009
                   <http://ficusbenyamina.blogspot.com/2009/11/sayuran-dalam-pot.
                   <http://www.blogrollcenter.com/Gardening/>

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar